Tampilkan postingan dengan label Haji dan umrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji dan umrah. Tampilkan semua postingan

Mari kenali haji lebih dalam

Halo sahabat fillaah, sebagian besar umat Islam sangat mengidam idamkan yang namanya haji. Namun kebanyakan dari merekapun tidak tau apa itu haji dan bagaimana saja aturan aturan dalam haji. Oleh karena itu, admin terniat untuk membagikan beberapa informasi mengenai haji ini. Namun, admin tidak menyelesaikannya dalam satu artikel saja. Untuk itu, silahkan sobat sekalian kunjungi artikel artikel lainnya di daftar isi yang tertera di pojok kiri atas. Langsung saja kita mulai pembahasannya.


Apa itu haji?
Secara bahasa, haji berarti menyengaja, bermaksud, atau bisa juga diartikan sebagai berkunjung ke tempat yang diagungkan. Sedangkan secara istilah haji berarti sengaja mengunjungi tanah suci dengan tujuan memenuhi panggilan Allaah SWT dengan waktu dan ketetapan yang telah ditentukan. Sudah jelas bahwa hukum haji wajib bagi yang mampu karena haji merupakan Rukun Islam yang kelima. Dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat sembilan puluh tujuh, Allaah SWT juga memerintahkan kita untuk melaksanakan haji seperti yang ada dalam kalimat "dan diantara kewajiban manusia terhadap Allaah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullaah, yaitu bagi orang orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana." Semoga kita dimasukkan oleh Allaah SWT ke dalam kategori tersebut ya sobat.

Syarat syarat haji

 
Beragama Islam, ini merupakan syarat haji yang paling utama karena haji tidak akan sah bagi orang orang yang tidak beragama Islam. Islamnya kita dapat terbukti apabila kita mengucapkan dua kalimat syahadat dan melaksanakan rukun rukun islam yang lainnya. Dan itu telah admin bahas di artikel sebelum sebelumnya. Syarat yang pertama ini dapat dibuktikan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat lima puluh empat yang mana, disini Allaah SWT menjelaskan bahwa yang menghalangi diterimanya infak seseorang yaitu karena mereka kafir(ingkar) kepada Allaah dan Rasulnya serta mereka tidak melaksanakan shalat melainkan dengan malas dan tidak menginfakkan harta mereka melainkan dengan enggan.

Baligh, baling adalah masa dimana usia kita telah mencukupi dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan sampainya masa ini, maka kita sudah bisa melaksanakan kewajiban haji.

Berakal sehat, orang yang akalnya tidak sehat tidak perlu melaksanakan haji. Walaupun dilaksanakan, usahanya akan sia sia karena ibadah haji yang dilaksanakan oleh orang orang yang akalnya tidak sehat, tidak akan diterima oleh Allaah SWT.

Bukan golongan hamba sahaya (merdeka)
, Sebenarnya haji seorang hamba sahaya sah sah saja dan tetap mendapatkan pahala sunnah. Namun, hamba sahaya wajib melaksanakan haji lainnya tatkala dia sudah bebas dari statusnya sebagai budak. Seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullaah SAW dalam hadits riwayat Syafi'i yang bunyinya "semua hamba sahaya yang telah menunaikan ibadah haji lalu ia dibebaskan, maka ia wajib menunaikan haji yang lain."

Memiliki kesanggupan
, seseorang yang akan menunaikan ibadah haji, dituntut untuk memiliki kesanggupan dalam segi kesehatan, ekonomi, maupun keamanan. Catatan: bagi wanita harus ada mahram yang menemaninya.

Sampai disni dulu yang sobat, untuk artikel selanjutnya kita akan bahas mengenai rukun dan wajib haji, tetap setia berkunjung ke artikel ini karena kunjunganmu merupakan harta yang tak ternilai bagi admin. Silahkan berkomentar andaikan ada yang ingin disampaikan. Atas segala khilaf admin mohon maaf.

TERIMA KASIH

Pelajari rukun haji berikut ini

Halo sobat fillaah, rukun rukun dan wajib haji akan kita bahas diartikel ini. Sebelunya, ana sudah menyampaikan sedikit ilmu tentang apa itu haji. Teruntuk kamu yang belum membacanya, silahkan kamu buka daftar artikel yang ada di pojok kiri atas. Atau kamu bisa buka link ini. Tetap semangat menjalani hari. walupun aktivitas dibatasi, namun tidak boleh ada kata putus asa muncul di benak kita. Langsung saja kita mulai pembahasannya.


Rukun dan wajib haji
Rukun haji merupakan penentu sah atau tidak sahnya haji kita. Oleh karena itu laksanakan semua rukun haji yang ada tanpa meninggalkannya sedikitpun. Rukun haji adalah sebagai berikut:

1.) Ihram
Ihram adalah memasang niat seraya memakai pakaian putih yang tidak dijahit. Ihram dilakukan pada miqat yang telah diteteapkan seperti miqat zamani dan miqat makani.

2.) Wukuf di Arafah

Pada tanggal sembilan zulhijjah, dari waktu zhuhur sampai terbit fajar tanggal sepuluh zhulhijjah, jamaah haji mulai berkumpul di Arafah. Itulah yang disebut dengan wukuf fi Arafah.

3.) Thawaf
Dalam Al-Qu'an surat Al-Hajj ayat dua puluh sembilan, Allaah SWT memerintahkan kita untuk mengelilingi Baitullaah atau bisa kita sebut dengan Thawaf. Thawaf (mengelilingi ka'bah) dilakukan sebanyak tujuh kali dengan start dan finishnya berada di Hajar Aswad. Thawaf juga terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya:

  • Thawaf Ifadah (rukun haji)
  • Thawaf Qudum (penghormatan terhadap masjidil haram)
  • Thawaf Wada' (thawaf perpisahan dengan Masjidil Haram)
  • Thawaf Sunnah (thawaf yang dianjurkan oleh Rasulullaah SAW)

4.) Sa'i
Sa'i adalah melakukan lari lalri kecil sebanyak tujuh kali dengan rute dari safa ke marwa. Sa'i wajib dilakukan setelah melaksanakan Thawaf Ifadah.
 
5.) Tahallul
Tahalallul yaitu memotong rambut sebagian maupun secara keseluruhan. Tahallul terbagi dua yaitu tahallul pertama dan tahallul kedua. Tahallul pertama dilakukan setelah melaksanakan rukun haji pertama dan rukun haji kedua ditambah satu wajib haji. Dengan itu, maka jamaah haji sudah bebas dari beberapa langan Ihram kecuali berhubungan suami isteri. Sementara, tahallul kedua datang otomatis tanpa pemotongan rambut. Hal ini terjadi apabila semua rangkaian haji telah terlaksana seutuhnya. Dengan ini, jama'ah haji sudah bebas dari semua larangan haji.

6.) Tertib atau berurutan
Lakukanlah rangkaian haji dengan urutan yang benar tanpa meninggalkan apapun.

Wajib haji
Begini sobat, wajib haji tidak sama dengan rukun haji. Wajib haji memang harus dilaksanakan,  akan tetapi tidak mempengaruhi sahnya haji apabila ditinggalkan. Hanya saja jamaa'ah haji harus membayar dendan apabila melanggas dari wajib haji tersebut. Inilah wajib haji yang kita bicarakan:

  1. Ber'ihram sesuai dengan miqatnya.
  2. Bermalan di MUzdalifah.
  3. Bermalan di MIna atau bisa juga disebut dengan Mabit.
  4. Melontar jumrah Aqabah.
  5. Melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
  6. Jauhkan diri dari hal hal yang dilarang dalam Ihram.
  7. Thawaf wada' atau boleh juga disebut dengan Thawaf perpisahan.


Apakah sobat sekalian pernah mendengar kata Miiqat? Miqat terbagi dua yaitu Miqat Zamani dan Miqat Makani. Miqat Zamani adalah waktu sahnya melakukan ibadah haji, tepatnya pada awal bulan Syawal sampai dengan terbit fajar pada tanggal sepuluh Dzulhijjah atau pada akhir pelaksanaan wukuf di Arafah. Sedangkan miqat zamani adalah tempat sahnya memulai ibadah haji. Setiap pembagian wilayah, miqatnya berbeda beda. Sebagai berikut:

  • Orang yang tinggal di Makkah, miqatnya dirumah masing masing.
  • Orang yang tinggal di Madinah atau jajarannnya, miqatnya berada di Dzulhulaifah atau di Bir Ali.
  • Orang yang tinggal di daerah Syam, Mesir, Maghribi, dan jajarannya, miqatnya berada di sekitar Juhfah.
  • Orang yang tinggal di Yaman, India, Indonesia, dan jajarannya, miqatnya terdapat di Yalamlam.


Mungkin segitu dulu teman teman, untuk kelanjutannya silahkan teman teman lihat  daftar isi yang ada di pojok kiri atas. Semoga dengan membaca artikel ini, kita lebih paham mengenai haji dan Allaah mudahkan kita untuk berangkat ke Tanah suci itu. Sobat sekalian boleh berkomentar jika ada yang ingin disampaikan. Admin mohon maaf atas segala khilaf dan...

TERIMA KASIH☺

Sunnah dan larangan dalam haji

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Halo sobat fillaah, sunnah haji dan larangan dalam haji. Itulah pembahasan kita kali ini. Perbaiki niat dalam hati bahwa semua yang kita lakukan ini karena Allaah SWT agar setiap hal yang kita lakukan menjadi berkah dan ilmu pun akan bertahan di kepala kita. Sebelum itu, ana akan berbagi sedikit motivasi kepada sobat sekalian.

"Jaga kesehatan dan berbahagialah. Dua hal itu merupakan kunci kesuksesan. Seseorang yang sehat biasanya memiliki semangat yang luar biasa dalam beraktivitas. Dan juga, seseorang yang bahagia biasanya selalu berfikiran positif, memandang baik segala sesuatu walaupun kenyataan buruk yang dihadapi." Langsung saja sobat, inilah inti pembahasan kita.



Sunnah sunnah dalam melaksanakan haji

  1. Mandilah ketika hendak melaksanakan ihram.
  2. Dahulukan haji dari pada umrah.
  3. Perbanyak membaca talbiyah, zikir, dan berdo, setelah berihram sampai tahallul.
  4. Mencium atau mengusap hajar Aswad di setiap putaran dalam thawaf. Apabila tidak sanggup, boleh diganti dengan isyarat. Begitu juga dengan mengusap rukun Yamani di setiap putaran. Hanya saja tidak perlu diganti dengan isyarat apabila dirasa tidak sanggup.
  5. Ketika selesai thawaf qudum, menunaikan shalat dua rakaat akan menjadi sunnah dalam haji.
  6. Ketika baru memasuki Masjidil Haram, laksanakanlah thawaf qudum.
  7. Masuk ke dalam ka'bah.
  8. Meminum air zam zam ketika selesai thawaf.


Hal yang tidak boleh dilakukan ketika melaksanakan haji
Begini sobat, setiap ibadah tentu memiliki aturan yang mana di dalam aturan tersebut terdapat larangan larangan yang tidak boleh kita lakukan ketika menunaikan suatu ibadah. Nah, khusus di artikel ini kita akan membahas larangan dalam haji.

Hal yang tidak boleh dilakukan oleh jama'ah laki laki

  • Memakai pakaian yang berjahit selama ihram.
  • Memakai hal yang dapat menutupi mata kaki ketikan ihram.
  • Memakai tutup kepala ketika ihram.


Hal hal yang tidak boleh dilakukan oleh jama'ah perempuan

  • Memakai sarung tangan.
  • Memakai penutup wajah.


Hal hal yang tidak boleh dilakukan oleh jamaa'ah haji laki laki maupun jama'ah haji perempuan

  • Memotong atau mencabut rambut di kepala.
  • Mencabut rambut yang ada di tubuh lainnya.
  • Memotong dan mencabut kuku.
  • Bersisir.
  • Jangan membunuh hewan ketika dalam keadaan berihram.
  • Tidak boleh memakai wewangian.
  • Berpartisipasi dalam hal yang berkaitan dengan pernikahan.
  • Bercumbu atau bersenggama.
  • Mencaci, mengumpat, dan bertengkar.
  • Memotong atau menebang pohon atau menabur segala macam yang tumbuh di tanah suci.


Segitu dulu ya sobat, untuk kelanjutannya silakan kamu lihat daftar artikel yang terdapat di pojok atas kiri layarmu. Mudah mudahan semua yang kita lakukan menjadi amal ibadah disisi Allaah SWT. Kepada kamu yang ada disana, ana sangat senang apabila kamu setia menemani ana di blog ini. Sampaikanlah di kolom komentar andaikata ada yang ingin disampaikan. Ana selaku admin mohon maaf atas segala khilaf.

TERIMA KASIH

Apa itu Dam dan bagaimana aturannya?

Pernahkah kamu dengar kata Dam? Di dalam kegiatan haji tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kata ini. Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel artikel sebelumnya. Jadi, bagi kamu yang baru berkunjung dan ingin mengetahui informasi lainnya, silahkan masuk ke daftar isi yang ada di pojok kiri atas. Langsung saja kita masuk ke inti pembahasan.

Dam
Secara bahasa, dam artinya adalah darah. Dan secara istilah, dam artinya adalah mengalirkan darah di tanah haram untuk memenuhi ketentuan ketentuan haji. Apa kaitannya dengan haji? Nah, apabila seseorang melanggar ketetapan ketetapan dalam haji, maka orang tersebut harus membayar denda berupa penyembelihan hewan atau disebut dengan mengalirkan darah. Dam itu sendiri terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:


  • Apabila seseorang bersenggama dalam keadaan ihram, makan damnya adalah menyembeli seekor unta, jika tidak bisa maka diganti seekor lembu, jika tidak bisa, boleh diganti dengan tujuh ekor kambing, dan jika masih tidak bisa, maka bersedekahlah kepada fakir miskin seharga satu ekor unta.
  • Jika seseorang berburu atau membunuh binatang, maka sembelihlah binatang yang dirasa sebanding dengan binatang yang telah diburu. Boleh juga dengan cara memberi makanan kepada fakir miskin senilai binatang yang telah dibunuh, atau juga bisa dengan berpuasa senilai binatang yang dibunuh dengan takaran satu mud sama dengan satu hari berpuasa.
  • Jika jama'ah melakukan salah satu diantara bercukur rambut, memakai pakaian yang dijahit, memotong kuku, memakai minyak rambut, harum haruman, dan terakhir bersenggama setelah tahallul pertama. Maka dendanya boleh dengan menyembelih seekor kambing, berpuasa tiga hari, dan boleh juga dengan bershadaqah sebanak tiga gantang. Jamaa'ah bisa memilih diantara tiga jenis denda tersebut.
  • Jika jama'ah melaksanakan haji secara tamattu' atau qiran, maka dendanya adalah memotong seekor kambing, atau boleh juga digantikan dengan berpuasa sebanyak tiga hari ditanah suci, dan disambung tujuh hari lagi di tanah asalnya.
  • Jika jamaa'ah meninggalkan salah satu rukun haji, makan dendanya sama dengan denda melakukan haji tamattu' dan qiran. Yaitu dengan menyembelih seekor kambing, atau diganti dengan berpuasa tiga hari di tanah suci, dan disambung dengan tujuh hari lagi di tanah asal.


Untuk teman teman yang belum tahu atau mungkin sedikit lupa, haji tamattu' adalah berumrah di bulan haji yang mana setelah melaksanakan umrah, jama'ah menyambungnya dengan haji. Sedangkan haji qiran adalah melakukan haji dan umrah secara bersamaan.

Sampai disini dulu ya sobat, mudah mudahan artikel ini menjadi manfaat bagi kita semua. Ana sebagai admin mohon maaf atas segala khilaf.

TERIMA KASIH

9 urutan haji yang benar

Halo sobat fillaah, haji yang benar adalah haji yang mengikuti aturan dan urutan yang tepat. Nah, di artikel ini kita akan membahahas apa saja tata urutan yang ada dalam pelaksanaan haji. Artikel ini admin buat sebagai lanjutan dari artikel artikel sebelumnya. Untuk kamu yang baru mampir, silahkan kunjungi daftar artikel yang admin sediakan di pojok kiri atas. Langsung saja kita ke inti pembahasan.



9 urutan haji
A.) Ihram
Ihram yaitu memasang niat haji pada miqat yang telah ditetapkan. Baik miqat makani maupun miqat zamani. Sebelum berihram, kita juga disunnahkan untuk mandi, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan memakai wangi wangian. Do'a singkat ketika berihram adalah dengan mengucapkan "labbaikallaahumma hajja".

B.) Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah bisa dikatakan sebagai inti dari kegiatan haji. Yang mana, wukuf ini dilaksanakan mulai dari tergelincirnya matahari pada tanngal sembila Dzulhijjah hingga terbitnya fajar pada tanggal sepuluh Dzulhijjah. Wukuf tidak boleh dilakukan diluar Arafah. Sembari menunggu waktu wukuf masuk, jama'ah haji dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan beristighfar kepada Allaah SWT.

C.) Mabit di Mudzalifah
Mulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal sembilan Dzulhijjah sampai dengan terbitnya fajar pada tanggal sepuluh Dzulhijjah, jamaa'ah haji melaksanakan mabit atau bisa juga disebut dengan bermalam di Mina. Jama'ah haji bisa melakukan berbagai kegiatan disana seperti memenuhi Shalat yang tertinggal dan mengambil batu untuk persiapan melempar jumrah nantinya.

D.) Melontar jumrah Aqabah
Melempar jumrah dilakukan di bukit Aqabah pada waktu Dhuha tanggal sepuluh Dzulhujjah. Pelemparan jumrah diiringi dengan bacaan "bismillaah Allaahu akbar."

E.) Tahallul awal
Apabila telah selesai melaksanakan amalan amalan haji bagian pertama, maka jama'ah haji melakukan tahallul awal yaitu dengan cara memotong rambut minimal tiga helai. Tujuannya agar kita terbebas dari larangan larangan ketika ihram kecuali larangan bersenggama.

F.) Thawaf Ifadah
Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, thawaf adalah mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. Dimulai dari titik yang sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama.

G.) Sa'i
Sa'i yaitu berlari lari kecil dari Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali.

H.) Tahallul kedua
Apabila jama'ah haji telah melaksanakan pelontaran jumrah aqabah, thawaf ifadah, dan sa'i, maka lakukanlah tahallul kedua yaitu tahallul terakhir yang bertujuan untuk melepaskan diri dari larangan ihram (bersenggama).

I. ) Mabit di Mina
Pada tanggal sebelas, dua belas, dan tiga belas Dhulhijjah (hari tasyrik), jama'ah haji bermalam di Mina. Pada urutan ini, jama'ah haji juga melakukan pelontaran jumrah ula, jumrah wustha, dan jumrah Aqabah.

Nah, ketika semua itu telah dilaksanakan, maka jamaah haji qiran dan tamattu' sudah menyelesaikan seluruh rangkaian haji mereka, sedangkan bagi jamaah haji ifrad, masih di haruskan melakukan umrah. Setelah selesai umrah, barulah rangkaian haji jama'ah ifrad dikatakan selesai. Sebelum jama'ah haji kembali ke tanah asal mereka, hendaklah mereka melakukan tawaf wada'. Caranya sama dengan tawaf ifadah, namun tanpa diiringi sa'i dan menggunakan pakaian biasa.

Sampai disitu dulu sobat, mudah mudahan setiap ilmu yang kita pelajari menjadi berkah disisi Allaah SWT. Tetap setia berkunjung ke sini, dan silahkan sampaikan di kolom komentar bila ada yang ingin disampaikan. Ana mohon maaf atas segala khilaf.

TERIMA KASIH☺

Ibadah umrah (pengertian, syarat syarat, rukun, dan urutan umrah)

Halo saobat fillaah, untuk memahami lebih tentang umrah, di artikel ini kita akan membahas apa itu umrah, apa saja syarat sayarat dalam pelaksanaan umrah, dan bagaimana prosedur dalam pelaksanaan umrah. Sebelum itu, jika kamu menginginkan informasi lainnya, silahkan buka daftar isi yang admin sediakan di pojok kiri atas artikel. Nah, langsung saja kita ke inti pembahasan.


Ibadah Umrah


A.) Apa itu Ibadah Umrah?

Hampir sama dengan haji, umrah secara bahasa berarti mengunjungi atau boleh juga disebut berziarah. Secara bahasa Umrah berarti menziarahi baitullaah di tanah suci Makkah dengan maksud menjalankan ibadah kepada Allaah SWT yang mana semua itu dijalankan dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Umrah bisa menjadi wajib dan bisa menjadi sunnah. Umrah yang wajib dilaksanakan di dalam rangkaian haji. Sementara Umrah sunnah bebas waktu pelaksanaannya.

B.) Syarat wajib umrah

  1. Islam, seseorang yang bukan penganut agama Islam, tidak diwajibkan untuk melaksanakan umrah. Walaupun dilaksanakan, hal tersebut tidak akan bernilai ibadah di sisi Allaah SWT.
  2. Baligh, dengan sampainya masa baligh, seorang Muslim sudah diwajibkan melaksanakan umrah seiring dilaksanakannya haji.
  3. Berakal, orang yang akalnya rusak atau tidak sadarkan diri, tidak diwajibkan melaksanakan umrah dikarenakan tidak mampunya otak orang tersebut untuk berfikir jernih.
  4. Merdeka, budak atau bisa juga disebut dengan hamba sahaya juga tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah umrah dikarenakan ia tidak memiliki harta melainkan dikuasai majikannya.


C.) Rukun rukun umrah

Hal yang membedakan antara haji dan umrah terletak pada rukunnya. Di artikel artikel sebelumnya kita sudah membahas hal hal mengenai haji, dan sekarang akan kita bahas rukun rukun umrah, sebagai berikut:

  1. Ihram, yaitu memasang niat untuk melaksanakan umrah.
  2. Thawaf, yaitu mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali.
  3. Sa'i, yaitu berlari lari kecil dari bukit safa ke marwa yang dilakukan sebanyak tujuh kali.
  4. Tahallul, yaitu memotong rambut minimal tiga helai rambut.
  5. Tertib, semua rukun umrah diatas, hendaklah dilakukan secara tertib dan berurutan. Tidak boleh meninggalakan salah satu rukun dan tidak boleh melakukannya secara acak acakan. Tata urutan pelaksanaan haji yang benar adalah sebagai berikut:


  • Melakukan ihram, sebelum itu jangan lupa untuk memotong kuku, mencukur kumis, mencabut rambut di ketiak, mandi, menyisir rambut, memakai wewangian, dan shalat sunnah.
  • Thawaf.
  • Sa'i.
  • Dan terakhir adalah tahallul.


Demikianlah pembahasan kita mengenai ibadah umrah. Ana harap sobat sekalian mau untuk setia berkunjung kesini. Ana sebagai admin mohon maaf atas segala khilaf.

TERIMA KASIH ☺